Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

2.10.09

Selamatkan Minangkabau!

Foto: M. Yusuf dkk.
------------------------
Minangkabau menangis! Gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang wilayah bagian Barat Sumatra ini. Kerusakan akibat gempa Minangkabau ini dipastikan lebih besar dari musibah gempa di Jawa Barat beberapa waktu sebelumnya.

Kami, atas nama keluarga besar Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menyatakan duka yang sebesar-besarnya, semoga keluarga korban diberi kesabaran, dan situasi dapat segera pulih kembali.

Dalam konteks kelimuan, Minangkabau sangat kaya. Wilayah ini seakan tak pernah berhenti memberikan inspirasi dilakukannya berbagai penelitian oleh sarjana, baik di dalam maupun di luar negeri. Minangkabau telah menghantarkan puluhan mahasiswa meraih gelar magister dan doktrornya melalui penelitian atas kekayaan kearifan dan khazanah lokal Minangkabau. Pun Minangkabau telah menghantarkan para peneliti dari dalam dan luar negeri menyelesaikan tugas dan proyek penelitiannya.

Demikian pula dalam bidang pernaskahan Nusantara. Minangkabau adalah salah satu kantong naskah terbesar di Indonesia yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan kajian khazanah naskah Nusantara, khususnya yang bernuansa keagamaan. Melalui kekayaan surau-suraunya yang tersebar di hampir semua pelosok jalur daerah pantai pesisir sampai ke darek atau luhak nan tigo, Minangkabau menyimpan "harta karun" berupa naskah-naskah kuno yang tak ternilai.

Para peneliti dan dosen di sejumlah perguruan tinggi di Minangkabau pun, khususnya Universitas Andalas Padang, IAIN Imam Bonjol, dan STAIN Batusangkar, telah sejak lama menjadi aktivis Manassa yang berdiri di garda terdepan menjaga kelestarian khazanah tertulis milik budaya bangsa Indonesia tersebut.

Melalui Kelompok Kajian Poetika Fakultas Sastra Universitas Andalas yang dikomandani Muhammad Yusuf, Adriyetti Amir, Zuriati, Bahren, Pramono, dan sederet pasukan lainnya, sebuah proyek "Search and Save" telah lama digulirkan. Tujuannya hanya satu, cari dan selamatkan benda cagar budaya berupa naskah-naskah kuno yang telah menjadi identitas kultural bangsa ini.

Mereka memang tidak pernah disebut sebagai pahlawan, tapi kalau mau jujur, kita, bangsa ini, jelas telah berhutang budi kepada mereka, dan kepada Minangkabau.

Kini, Minangkabau menangis! Kolega-kolega Manassa, yang sebagian besar tinggal di Padang pun turut menjadi bagian dari mereka yang menangis. Sebagian surau yang merupakan skriptorium naskah pun tak luput dari bencana, masyarakat yang selama ini menjadi "kuncen" pemeliharaan naskah-naskah kuno warisan leluhur mereka pun kehilangan harta dan sebagian anggota keluarganya, kesulitan berlindung dari hujan dan panas, kekurangan makanan karena tidak ada bahan bakar minyak, bahkan Museum Adityawarman, yang merupakan representasi institusi Negara pemelihara khazanah budaya Minangkabau, juga rusak berat.

Syukur Alhamdulillah, sebagian telah berhasil melakukan kontak dan memberi kabar bahwa mereka "hanya" kehilangan rumah tinggalnya, tapi sebagian lagi masih belum berhasil mengetahui nasib anggota keluarganya sendiri.

Demi untuk meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Minangkabau, Manassa mencoba memberanikan diri membuka saluran bantuan untuk korban bencana alam gempa di Minangkabau. Donasi untuk program "Selamatkan Minangkabau" dapat dikirim melalui rekening Manassa di BNI Cabang UI Depok, nomor rekening 0162139710, atas nama Amyrna Leandra Saleh (Bendahara Manassa). Mohon kirimkan konfirmasi transfer melalui email ke: manassapusat@yahoo.com, atau melalui pesan singkat sms ke nomor 0878-8538-0334 (Oman Fathurahman/Ketua Umum) dan nomor 0812-9287534 (Amyrna Leandra Saleh/Bendahara).

Bantuan sekecil apapun akan sangat berharga, dan kami akan segera menyalurkannya melalui Ketua Manassa cabang Padang, Adriyetti Amir, M.Hum. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas donasi dan bantuan yang telah diberikan.

Print This Page

0 Kommentare: