Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

12.2.08

Manassa's International Symposium comes again!

The Society of Archipelago’s Manuscripts (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) will carry on again a twelfth international symposium to share and discuss new findings on Indonesian manuscripts. This annual activity will take place in the University of Padjadjaran, Bandung in August 4-7, 2008.

The committee kindly calls you for paper, and the limit time to submit an abstract is March 31, 2008. Below is the more detail explanation of the Program in Bahasa.

----------
SIMPOSIUM INTERNASIONAL PERNASKAHAN NUSANTARA XII
DAN MUSYAWARAH NASIONAL IV
MASYARAKAT PERNASKAHAN NUSANTARA


PENDAHULUAN
Masyarakat internasional telah maklum atas hasil gemilang yang dicapai masyarakat Nusantara dalam kegiatan menuangkan hasil pemikiran melalui tulisan sejak berabad-abad silam. Lewat tulisan-tulisan itu mereka mengungkapkan ide-ide religiusnya beserta pandangan mereka mengenai manusia dan semesta alam. Semua hasil pemikiran tertulis tadi dapat ditemui kembali, antara lain, di dalam naskah-naskah yang merupakan warisan budaya masa lampau. Sebagian besar khazanah budaya tersebut belumlah terpelihara secara baik serta belum digali kandungan isinya secara sempurna sehingga upaya penelitian, pengkajian, dan penyebarluasannya perlu makin terus ditingkatkan.

Dewasa ini di kalangan masyarakat Indonesia nampak kerinduan akan bahan bacaan yang berisi uraian, pembahasan atau pembicaraan tentang kebudayaan mereka sendiri, baik yang bertalian dengan bahasa, sastra, sejarah, kesenian, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, maupun unsur kebudayaan lainnya yang mereka atau leluhur mereka telah miliki. Kerinduan terhadap bahan bacaan tersebut terdorong oleh rasa ingin tahu akan pengetahuan mengenai peranan, milik, dan diri mereka sendiri. Pengetahuan tadi penting guna memahami eksistensi dan identitas mereka serta merupakan bahan kebanggaan mereka guna membangkitkan semangat dalam rangka mencapai tujuan di masa mendatang.

Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XII berupaya untuk menyajikan hasil-hasil penelitian, pelestarian, dan pengkajian terhadap khazanah naskah Nusantara guna menunjang pengembangan kebudayaan nasional. Di samping itu, Simposium Internasional Pernaskahan Nusantrara XII ini dapat dipandang sebagai salah satu wujud dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan tersebut di atas bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat lainnya yang memerlukan informasi dan pengetahuan tentang kebudayaan masa lampau.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan Tujuan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XII adalah:

1. Menjalin silaturahmi yang lebih akrab di antara sesama pencinta naskah Nusantara.
2. Sebagai sarana informasi mengenai hasil-hasil penelitian dan temuan baru naskah Nusantara.


TEMA
Tema Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XII ini adalah "Menyadarkan Masyarakat akan Manfaat Naskah Nusantara"

WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini akan berlangsung di Aula SANUSI HARDJADINATA, Universitas Padjadjaran, Bandung pada 4-7 Agustus 2008.

KEGIATAN
Simposium, Musyawarah Nasional, Pameran (Khazanah naskah Nusantara asal Jawa Barat), Pergelaran Kesenian Beluk (Seni membaca/tembang naskah-naskah Nusantara, a.l. wawacan), Workshop pembuatan Daluang (kertas tradisional Nusantara, dan Bandung City Tour.


KEYNOTE SPEECH
Keynote Speech dalam Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara VI akan dibawakan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.


PESERTA DAN PEMAKALAH
Peserta Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara VI adalah mereka yang berkecimpung dalam bidang yang berkaitan dengan dunia pernaskahan serta masyarakat peminat dan pecinta naskah-naskah Nusantara yang diperkirakan berjumlah 300 orang, terdiri dari para filolog (ahli naskah), anggota Manassa, permuseuman, Balai Bahasa, Balai Kajian Jarahnitra, Balai Arkeologi, termasuk lembaga maupun masyarakat perseorangan yang berkaitan dengan masalah pernaskahan.

Pemakalah terdiri dari tiga kategori, yaitu pemakalah utama sebanyak 3 orang, pemakalah undangan sebanyak 12 orang, dan pemakalah hasil seleksi sebanyak 15 orang (baik dalam dan luar negeri), yang diharapkan bisa merepresentasikan keberadaan tradisi pernaskahan di Nusantara; mereka itu terdiri dari kalangan ahli dan peneliti naskah-naskah tradisi Melayu, Jawa, Sunda, Bali, Batak, Minangkabau, Bugis/Makasar, dan Wolio (Sulawesi Tenggara).

Para pemakalah luar negeri, diharapkan datang dari Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Prancis, Rusia, Selandia Baru, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Jumlah makalah yang akan ditampilkan diperkirakan sebanyak 31 makalah dan disajikan dalam 11 sesi.

Para pemakalah hendaknya sudah mengirimkan abstraknya ke sekretariat panitia (berikut soft copy dalam format Microsoft Word) paling lambat tanggal 31 Maret 2008, dan makalah yang diterima akan diumumkan pada tanggal 30 April 2008. Makalah Adapun makalah diharapkan sudah dapat diterima oleh panitia paling lambat tanggal 17 Juli 2008 (berikut soft copy dalam format Microsoft Word)


BIAYA PENDAFTARAN
Mahasiswa Rp. 400.000,-
Dosen/Mahasiswa S-2/S-3/Umum Rp. 500.000,-

Biaya Pendaftaran ditransfer a.n. Satria Yanuar Akbar
ke BNI Kantor Cabang UNPAD
Norek 0055783430

Copy transfer + Formulir Pendaftaran
di faks ke (+62.22) 720 1587

Pendaftaran sudah termasuk: penginapan 4 hari 3 malam,
konsumsi (makan siang dan kudapan), seminar kit, sertifikat,
dan Bandung City Tour.

Print This Page

2 Kommentare:

eka_lutfan@yahoo.co.id said...

Kak Oman...saya sangat tertarik dengan pengkajian naskah kuno...apalagi naskah-naskah yang berbau Islam-Jawa...beberapa saat lalu saya mencoba mengkaji Serat Suluk Gatholoco dan Serat Dharmogandhul, namun hanya sebatas kajian semiotika saja...belum dari sudut hermeneutikanya...apa kaka bisa membantu saya? karena saya ada banyak kesulitan untuk menafsirkan beberapa bagian teks nya...

Oman Fathurahman said...

Bung Eka, tentu saya siap membantu. Untuk Serat Gatholoco dan Serat Dharmogandul, setahu saya sudah banyak diterjemahkan dan diterbitkan, jadi bisa lihat juga versi yang sudah ada untuk mengetahui makna kata-katanya. Salam