Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

12.7.05

Sureq Galigo, Harta Karun yang Harus Terus Digali

Kompas
Selasa, 12 Juli 2005



Sureq Galigo, karya sastra kuno Bugis dari abad 14 Masehi, merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus terus digali sehingga makin dikenal, baik oleh masyarakat internasional maupun masyarakat Indonesia sendiri.

"Ini adalah harta karun yang amat berharga dan harus dilestarikan, jangan sampai nantinya punah atau dilupakan orang," kata Rhoda Grauer, seorang seniman dan pembuat film asal Amerika Serikat di New York, Senin waktu setempat.

Sureq Galigo yang dikenal sebagai epik kuno terpanjang di dunia itu kini makin dikenal di dunia melalui pertunjukkan I La Galigo yang digelar di sejumlah negara di Eropa. Setelah sukses pada pertunjukan perdana di Singapura, menyusul di Amsterdam, Madrid, Barcelona, Lyon dan Ravenna, I La Galigo pada 13-16 Juli ini akan tampil di Lincoln Center New York yang selama ini dikenal selektif dan hanya menggelar karya-karya "berkelas".

Grauer merupakan seniman yang ikut mendalami kekayaan khasanah Sureq Galigo tersebut dan bersama sutradara Robert Wilson mengangkatnya menjadi suatu pertunjukkan besar.

Menurut Grauer, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus melakukan upaya agar Sureq Galigo tidak sekadar naskah kuno yang tergeletak di museum. Naskah Sureq Galigo sendiri antara lain tersimpan di Museum Leiden, Belanda. "Sekarang tidak banyak orang yang mengerti tulisan atau bahasa dari naskah Sureq Galigo, bahkan di Sulawasi Selatan sendiri," kata Grauer yang dalam pertunjukkan I La Galigo sebagai penulis teks cerita.

Upaya menerjemahkan isi Sureq Galigo secara lengkap perlu segera dilakukan, termasuk mencari manuskrip-manuskrip yang mungkin masih disimpan perorangan. Selain itu perlu semacam pendidikan khusus bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari naskah kuno tentang asal usul orang Bugis tersebut.


2 Kommentare:

*********** said...

Salam budaya mas,
nama saya dian hapsari...terima kasih sudah memberi kontak yanassa.
begini mas, majalah GONG akan mengangkat tentang naskah kuno. Setelah membaca blog mas dan mengetahui bahwa mas intens dalam bidang pernaskahan kuno, kami mengundang mas untuk menulis di majalah kami.
Mohon alamat email atau nomer mas yang bisa kami hubungi.
Apabila mas ingin mengetahui tentang majalah GOng, silakan buka di www.majalahgong.wordpress.com
dan ini no kontak saya 081392022267.

terima kasih

Salam budaya,


Dhian hapsari

Oman Fathurahman said...

Terima kasih, Mbak Dian atas apresiasinya. Anda bisa kontak saya ke omanwae@yahoo.com. Tema apa yang bisa saya tulis untuk GOng? senang sekali jika saya bisa berpartisipasi. Salam budaya juga