Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

26.7.05

160 Naskah Kuno Berbahasa Arab, Arab Melayu Dipamerkan

smu.net
Jumat, 26 Januari 2007

PADANG
Sebanyak 160 naskah kuno bertuliskan huruf Arab berbahasa Arab dan Arab Melayu dipamerkan di Museum Adityawarman Padang.

Naskah kuno itu berasal dari kajian para filolog yang terdiri atas fikih, hukum Islam, nahu/syaraf, tata bahasa pengetahuan tentang budaya tafsir dan uraian kandungan Al Qur'an.

Ketua Pelaksana M Yusuf M Hum, di Padang, Selasa, mengatakan naskah kuno yang ditulis tangan berasal dari berbagai nagari di Sumbar itu baru sebagian kecil yang berhasil dipamerkan.

"Pameran ini dimaksudkan agar dikenali generasi muda, sekaligus memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa Minangkabau pernah menjadi pusat Islam terpenting di Nusantara," katanya.

Hal ini, kata Yusuf, dibuktikan dengan cukup banyak ditemukan referensi tentang Islam dalam bentuk manuscripts.

Pameran ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya keberadaan surau sebagai pusat belajar membaca Al Qur'an dan ilmu-ilmu lainnya, seperti adab.

Sementara itu, banyak ulama yang peduli terhadap referensi tersebut karena berfungsi sebagai media dan dakwah Islam.

Lebih jauh ia mengungkapkan, naskah-naskah tersebut masih banyak ditemukan di surau-surau, di tangan para ulama dan ada yang diamankan dan disimpan oleh pemilik atau kaumnya.

Naskah, yang berupa buku yang sudah mengalami kerusakan pada kulit bagian luar dan sebagian halamannya ada yang hilang itu, juga memuat berupa ilmu pengetahuan, kaba, pengobatan dan doa serta cerita tentang para nabi, sejarah nagari, kerajaan-kerajaan kecil dan adat istiadat Minangkabau.

Dengan membaca naskah-naskah tersebut, kata Yusuf, banyak yang bisa digali dari masa lalu, yang berkembang pula pada sejumlah seni tulisan indah Arab yakni berupa lukisan ukiran kaligrafi Islam dengan beragam bentuk dan seni sehingga dapat menggugah setiap insan penikmat seni.

Ke-160 naskah kuno berbahasa Arab dan Arab Melayu itu terdiri atas koleksi Museum Adityawaraman sebanyak 16 buah, koleksi Fakultas Sastra Unand Padang 9 buah, sebanyak 16 buah milik Surau Paseban, 18 buah milik Surau Tanjung Batang Kapeh, 16 buah dari Surau Bintungan Tinggi dan 15 buah dari Surau Batang Kabung.

Kemudian, sebanyak 8 buah milik Surau Tarok Tui Kuranji, 16 buah Surau Sumani, 8 buah Surau Bakie Payakumbuh, 11 buah koleksi ibu Adriyeti Amir, 10 buah koleksi ibu Diana, 11 buah koleksi Rockey dan 6 buah koleksi Surau Tandikek.(media)

0 Kommentare: