Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

28.2.05

Ribuan Buku dan Naskah Kuno di NAD Hilang Akibat Tsunami

Kompas, Senin 28 Februari 2005

Ribuan jenis buku dan naskah kuno hilang dan tidak ditemukan lagi hingga saat ini akibat gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 26 Desember 2004, kata Kepala Perpustakaan Nasional RI (PNRI) Dadi P Rachmananta.

"Bangsa Indonesia sangat kehilangan akan naskah dan buku kuno yang tersimpan di gedung Pusat Dokumnentasi dan Informasi NAD di Banda Aceh yang hancur akibat tsunami," katanya di Jakarta, Senin sore.

Setelah menyerahkan 30 unit mobil perpusatkaan keliling kepada 30 perpustakaan di sembilan provinsi dan 21 kabupaten/kota itu, Dadi mengtakan, PNRI memiliki buko kuno dari NAD masih sedikit jumlahnya, sedang pihak Perpuskaan NAD belum sempat mencopy buku kuno ke dalam CD dan mikrofilm, sebelum terjadi tsunami.

Dia berharap, masyarakat atau lembaga tertentu yang memiliki buku dan naskah kuno dari NAD, dapat meminjamkan ke PNRI untuk dicopy dalam bentuk CD/mikrofilm, sehingga dapat menjadi pengganti koleksi buku kuno yang hilang di NAD itu.

Dadi menambahkan, mengambil hikmah dari tsunami di NAD itu, PNRI akan segera mencopy ke dalam CD naskah kuno milik Perpusatkaan di provinsi/kabupaten agar jika terjadi bencana, buku-buku penting dan naskah kuno tidak musnah begitu saja.

Menurut dia, buku dan naskah kuno, seperti hikayat di NAD termasuk daerah lain memiliki pengetahuan, ajaran luhur dan filsafat sebagai pedoman kehidupan masyarakat, sehingga harus diselamatkan.

Dia memberikan contoh, dalam salah satu buku kuno di NAD melarang masyarakat membangun rumah di sepanjang depan Masjid Baiturrahman Banda Aceh hingga ke pantai, serta perintah segera mengungsi ke bukit jika terjadi air laut surut agar tidak terkena gelombang pasang dahsyat (tsunami).

Menanggapi permintaan pejabat Bappenas Slamet Sudarsono agar PNRI segera memperbanyak terjemahan buku dan naskah kuno, Dadi berjanji, pihaknya akan mempercepat proram penerjemahan buku kuno, sehingga masyarakat dapat membacanya.

Dia berharap, para Kepala perpustakaan provinsi, kabupaten/kota yang telah menerima bantuan mobil unit perpustakaan keliling dilengkapi ribuan eksemplar buku, dapat segera meminjamkan masyarakat agar menambah pengetahuan dan minat membaca. (Ant/jy)



0 Kommentare: