Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

21.6.17

Jangan Menjadi Marawi

KOMPAS, 21 Juni 2017
------

Saya tak pernah membayangkan kota Marawi di Mindanao, Filipina selatan, akan mengalami tragedi terburuknya saat ini. Saat melakukan riset atas manuskrip-manuskrip kuno di Marawi bersama Profesor Kawashima Midori dari Sophia University, Tokyo, Februari 2012, situasi keamanan masih cukup terkendali. Obrolan dengan tokoh agama dan masyarakat setempat saat itu pun nyaris tidak pernah menyinggung adanya kemungkinan kota ini diakuisisi oleh kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam.

Sebagian besar tokoh Islam yang kami temui di Marawi berpaham Islam moderat, alumni Al Azhar, Kairo, dan sangat menghormati Muslim Indonesia. Kami sangat leluasa menjalankan misi penyelamatan manuskrip kuno sebagai benda bersejarah (cultural heritage) di Marawi, melalui digitalisasi dan kajian. Semua berubah ketika kelompok militan Maute muncul ke permukaan!

Read More......

10.10.16

The Archive of Yogyakarta digitised: The British Library

The British Library baru saja mempublikasikan hasil digitalisasi naskah-naskah asal Kraton Yogyakarta abad ke 19, sehingga ribuan halaman naskah terkait sejarah Kraton Yogyakarta itu kini dapat dibaca secara online oleh khalayak luas. Ini juga merupakan kesempatan besar untuk para mahasiswa dan peneliti Indonesia terkait sejarah Jawa khususnya, untuk menggali kekayaan khazanah manuskrip kita.

Mengingat pentingnya naskah-naskah tersebut, di bawah ini saya reposting informasinya. Untuk keterangan lengkap dengan sejumlah foto menarik, silahkan berkunjung langsung ke laman Blog the British Library tersebut.

---------------------
The ‘Archive of Yogyakarta’ refers to a collection of some four hundred manuscript documents in Javanese dating from 1772 to 1813, originating from the court of Yogyakarta. A highly important source for the political, economic, social, administrative and legal history of central Java in the late eighteenth and early nineteenth centuries, the archive comprises official reports, letters, accounts and other documents as well as the private papers of Sultan Hamenkubuwana II (r. 1792-1810, 1811-1812, 1826-1828) and his successor Sultan Hamengkubuwana III (r. 1812-1814).

Read More......

16.9.16

Riset dan Menulis: Pengalaman Pribadi (1)

ASAFAS, Kyoto University
Sulit melukiskan emosi yang meledak-ledak saat saya sudah menemukan alur ide yang akan ditulis, dengan tumpukan referensi primer dan sekunder yang siap kutip, lengkap dengan nomor-nomor halamannya, dan terutama dengan mutu informasi yang meyakinkan.

Luapan emosi semacam itu biasanya semakin menjadi-jadi saat saya memulai menulis paragraf pertama, bersambung ke paragraf kedua, ketiga, dan seterusnya. Alur ide dalam kepala sering melintas lebih cepat ketimbang sepuluh (kadang menggunakan ‘sebelas’) jari yang menari-nari di atas papan tombol (keyboard) komputer, sehingga saya seirngkali memanfaatkan aplikasi tertentu untuk menyimpan ide-ide yang berseliweran. Ini penting, biar gak lupa saat dibutuhkan.

Read More......

1.9.16

The British Library’s Endangered Archives Programme: Call for Applications

The Endangered Archives Programme at the British Library is now accepting grant applications for the next round of funding. Detailed information on the timetable, criteria, eligibility and application procedures is available on the Programme’s website. The deadline for receipt of preliminary grant applications is 4 November 2016.

Read More......