Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

14.4.15

From Anatolia to Aceh: Book Info

Title: From Anatolia to Aceh: Ottomans, Turks, and Southeast Asia

Editors: A. C. S. Peacock & Annabel Teh Gallop

Published for the British Academy by Oxford University Press, 2015

Contributors: A.C.S. Peacock, Annabel Teh Gallop, Anthony Reid, Jorge Santos Alves, Jeyamalar Kathirithamby-Wells, Isaac Donoso, Īsmail Hakki Kadi, Īsmail Hakki Göksoy, William G. Clarence-Smith, Amrita Malhi, Chiara Formichi, Vladimir Braginsky, Oman Fathurahman, and Ali Akbar.
==========
Source of summary: http://www.amazon.com/From-Anatolia-Aceh-Southeast-Proceedings/dp/0197265812

Southeast Asia has long been connected by trade, religion and political links to the wider world across the Indian Ocean, and especially to the Middle East through the faith of Islam. However, little attention has been paid to the ties between Muslim Southeast Asia - encompassing the modern nations of Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore and the southern parts of Thailand and the Philippines - and the greatest Middle Eastern power, the Ottoman empire.

Read More......

6.3.15

Filologi Indonesia: Teori dan Metode

Judul: Filologi Indonesia: Teori dan Metode
Penulis: Oman Fathurahman
Penerbit: Prenadamedia Group
Terbit: Cetakan Pertama, Maret 2015

==========
Ah, lama sekali saya tidak posting di blog ini, hampir setahun semenjak posting terakhir tanggal 7 Mei 2014! maafkan wahai para pembaca. Saya mencoba memupuk kembali semangat itu dengan berbagi informasi buku terlampir. Buku ini merupakan "modifikasi" dari buku sebelumnya yang berjudul "Filologi Islam Indonesia". Buku yang disebut terakhir tidak dapat diperjualbelikan karena dicetak oleh Puslitbang Lektur Keagamaan, Balitbang Kemenag (2010), sementara minat mahasiswa atas buku pengantar filologi sangat tinggi setiap tahunnya.

Saya memberi judul buku ini Filologi Indonesia: Teori dan Metode.

Penulisan buku ini didorong antara lain oleh kegelisahan kolega-kolega, mahasiswa, dan saya sendiri, atas sulitnya menjumpai buku pengantar kajian filologi yang mutakhir dan dapat dipergunakan khususnya oleh mahasiswa-mahasiswa di Perguruan Tinggi ketika mereka melakukan studi naskah, padahal kajian Filologi di Indonesia sendiri sudah cukup lama berkembang dan menghasilkan karya-karya Filologis yang penting kontribusinya bagi dunia keilmuan, khususnya di bidang Humaniora.

Read More......

7.5.14

Kurikulum Sejarah dan Naskah Kuno


Artikel ini terbit di Rubrik Opini, KOMPAS, 7 Mei 2014.
-----
Dua artikel di koran Kompas terkait Penulisan Sejarah Nasional dan Kurikulum Pendidikan yang ditulis oleh Budi Darma (24/4/2014) dan L Wilardjo (30/4/2014) patut kita respon dengan serius. Budi Darma menekankan pentingnya penulisan sejarah berbasis penelitian, dan L Wilardjo menimpali perlu masuknya sejarah nasional berbasis penelitian itu dalam kurikulum pendidikan kita.

Sejarah adalah salah satu rumpun ilmu Humaniora. Berbeda dengan ilmu eksakta atau sains yang lebih bersifat futuristik, sumber pengetahuan ilmu Humaniora harus merujuk ke belakang dan lebih banyak mengakar sedalam-dalamnya pada budaya dan karsa yang dihasilkan oleh peradaban manusia itu sendiri.

Semakin jauh sumber primer dirujuk, semakin kokoh pula asumsi-asumsi yang dibangun. Persis seorang pemanah, semakin kencang ia menarik busur ke belakang, semakin kuat sang anak panah menancap di sasaran.

Read More......

21.1.14

Susahnya Mengurus Naskah Kuno

photo by PKPM Aceh
Pada akhir tahun lalu, kita disuguhi berita-berita di sejumlah media yang “ngeri-ngeri sedap” terkait pelestarian naskah kuno di Perpustakaan Nasional. “Ngeri” karena bukan berita baik, tapi “sedap” karena memberi inspirasi untuk semakin berbenah.

Di antara berita-berita tersebut antara lain tentang belum maksimalnya Perpustakaan Nasional dalam merawat ribuan naskah kuno, dan tentang pentingnya berbagai pihak mengupayakan beasiswa kuliah tingkat lanjut untuk bidang ilmu Filologi. Meski sebatas berita kecil yang “nyempil” di koran besar dan mungkin tidak terlalu mendapat perhatian dari pembaca, ada pesan penting terkait nasib warisan budaya kita.



Read More......