Please feel free to quote part of information provided here, with an acknowledgment to the source.

10.10.16

The Archive of Yogyakarta digitised: The British Library

The British Library baru saja mempublikasikan hasil digitalisasi naskah-naskah asal Kraton Yogyakarta abad ke 19, sehingga ribuan halaman naskah terkait sejarah Kraton Yogyakarta itu kini dapat dibaca secara online oleh khalayak luas. Ini juga merupakan kesempatan besar untuk para mahasiswa dan peneliti Indonesia terkait sejarah Jawa khususnya, untuk menggali kekayaan khazanah manuskrip kita.

Mengingat pentingnya naskah-naskah tersebut, di bawah ini saya reposting informasinya. Untuk keterangan lengkap dengan sejumlah foto menarik, silahkan berkunjung langsung ke laman Blog the British Library tersebut.

---------------------
The ‘Archive of Yogyakarta’ refers to a collection of some four hundred manuscript documents in Javanese dating from 1772 to 1813, originating from the court of Yogyakarta. A highly important source for the political, economic, social, administrative and legal history of central Java in the late eighteenth and early nineteenth centuries, the archive comprises official reports, letters, accounts and other documents as well as the private papers of Sultan Hamenkubuwana II (r. 1792-1810, 1811-1812, 1826-1828) and his successor Sultan Hamengkubuwana III (r. 1812-1814).

Read More......

16.9.16

Riset dan Menulis: Pengalaman Pribadi (1)

ASAFAS, Kyoto University
Sulit melukiskan emosi yang meledak-ledak saat saya sudah menemukan alur ide yang akan ditulis, dengan tumpukan referensi primer dan sekunder yang siap kutip, lengkap dengan nomor-nomor halamannya, dan terutama dengan mutu informasi yang meyakinkan.

Luapan emosi semacam itu biasanya semakin menjadi-jadi saat saya memulai menulis paragraf pertama, bersambung ke paragraf kedua, ketiga, dan seterusnya. Alur ide dalam kepala sering melintas lebih cepat ketimbang sepuluh (kadang menggunakan ‘sebelas’) jari yang menari-nari di atas papan tombol (keyboard) komputer, sehingga saya seirngkali memanfaatkan aplikasi tertentu untuk menyimpan ide-ide yang berseliweran. Ini penting, biar gak lupa saat dibutuhkan.

Read More......

1.9.16

The British Library’s Endangered Archives Programme: Call for Applications

The Endangered Archives Programme at the British Library is now accepting grant applications for the next round of funding. Detailed information on the timetable, criteria, eligibility and application procedures is available on the Programme’s website. The deadline for receipt of preliminary grant applications is 4 November 2016.

Read More......

4.4.16

Shattariyah Silsilah in Aceh, Java and the Lanao Area of Mindanao: A New Book

Title: Shattariyah Silsilah in Aceh, Java and the Lanao Area of Mindanao
Author: Oman Fathurahman
Publisher: ILCAA-TUFS, Tokyo
Year of Publication: March 2016

==========
This book provides primary sources of the Shaṭṭārīyah silsilah in Southeast Asia as developed in Aceh, Java, and Mindanao. It examines the networks of the Order between the 17th and 19th centuries, arguably the most important formative periods of the Islamic history in these regions.

The majority studies on the history of the Shaṭṭārīyah in Southeast Asia highlighted the Acehnese scholar ‘Abd al-Ra’ūf b. ‘Alī al-Jāwī al-Fanṣūrī (1615-1693) as the main khalīfah who expanded the order in this region while paying little attention to other silsilahs, as mentioned in certain Indonesian manuscripts. Therefore, this study examines the complexity of the Shaṭṭārīyah silsilah in this region, which was spread not only through ‘Abd al-Ra’ūf’s line but also al-Kūrānī, Ḥasan al-‘Ajamī, and Ṣāliḥ Khaṭīb.

Read More......